Permasalahan/Tantangan yang
Dihadapi Guru dan Solusinya
Dalam mengajar, mungkin guru memiliki tantangan atau
permasalahan tersendiri yang terkadang sulit dihadapi. Setiap tantangan
tersebut bisa disebabkan karena faktor internal atau dalam diri guru itu
sendiri dan faktor eksternal, yaitu bisa dari siswa atau lingkungan sekolah. Meski
begitu, guru harus bisa mengatasi permasalahan tersebut agar pembelajaran tetap
berjalan efektif.
10
Tantangan yang Dihadapi Guru dan Solusinya
Apabila Anda seringkali mengalami kesulitan atau
tantangan dalam mengajar, Anda harus tahu solusi yang tepat. Berikut ini
merupakan 10 tantangan yang seringkali dihadapi guru beserta solusinya, yaitu:
1.
Kurang Persiapan Dalam Mengajar
Sebagai guru, tentunya harus punya plan dalam
mengajar untuk satu tahun ajaran ke depan. Guru yang kurang persiapan dalam
mengajar dapat merugikan perkembangan siswa secara akademis. Sebelum tahun
ajaran dimulai, guru bisa membuat RPP (Rencana Persiapan Pengajaran),
menyiapkan perangkat/media pembelajaran, sampai bahan evaluasi materi.
Seorang guru juga harus terampil dalam mengelola kelas
sesuai dengan karakteristik siswa, hal ini bertujuan supaya materi belajar yang
diajarkan tersampaikan dengan baik. Buat dan rancanglah kegiatan pembelajaran
keseluruhan yang akan dilakukan per minggu dan per bulan supaya bisa tau
apa-apa saja yang harus dipersiapkan.
2.
Perilaku Siswa yang Beragam
Sebagai guru, mungkin Anda kesulitan memahami setiap
karakteristik siswa, karena ada banyak siswa yang Anda temui di sekolah. Namun
tahukah Anda, bahwa siswa ingin diperhatikan saat KBM? Siswa akan senang
diberikan pujian dan diperhatikan oleh guru. Tetapi, kebanyakan guru sering
lupa memberikan pujian dan mengabaikan perkembangan kepribadian siswa saat
mereka berbuat baik, tidak membuat masalah, dan meraih pencapaian.
Sebagai guru, Anda juga harus melihat siswa yang kurang
baik di kelas, seperti yang suka tidur di kelas, ribut, ataupun tidak
memerhatikan penjelasan guru. Bantu supaya mereka bisa menjalankan pembelajaran
dengan lebih baik dan lebih konsentrasi di kelas. Agar pembelajaran di kelas
menjadi kondusif, siswa harus belajar disiplin dan bertanggung jawab terhadap
proses KBM di kelas.
3.
Bantu Temukan Minat dan Bakat Siswa
Guru harus membantu siswa dalam menemukan bakat, minat,
dan potensinya. Dengan tersalurnya minat dan bakat siswa secara tepat dapat
meningkatkan pembelajaran dan motivasi belajar siswa. Lalu sebaliknya, kalau
tidak dikelola dengan tepat akan menimbulkan masalah bagi siswa, guru, bahkan
sekolah.
Kalau minat dan bakat siswa terpendam dan tidak
tersalurkan, umumnya siswa akan menjadi agresif, melawan, dan suka melanggar
tata tertib dan peraturan sekolah. Kalau hal ini tidak ditindaklanjuti, maka
bisa timbul masalah-masalah baru. Oleh sebab itu, Anda harus membantu mereka
untuk menemukan minat dan bakat mereka.
4.
Konsentrasi Siswa Kurang
Faktor yang menyebabkan siswa kurang berkonsentrasi ada
banyak, seperti faktor lingkungan, psikologis, dan faktor internal dalam diri
siswa. Faktor lingkungan maksudnya adalah yang ada di sekeliling siswa,
misalnya saat diberi tugas, siswa terganggu dan lebih tertarik dengan suara
ramai di luar dan jadinya mengganggu konsentrasi.
Faktor psikologis di sini adalah ketika siswa mengalami
tekanan, jadi saat mereka mengerjakan tugas atau belajar fokusnya terganggu.
Misalnya karena kurangnya kemampuan bersosialisasi siswa dengan siswa lain.
Gangguan faktor internal dapat terjadi karena adanya gangguan perkembangan otak
dan hormon yang lebih banyak sehingga anak kurang bisa berkonsentrasi.
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Anda
untuk membuat siswa lebih fokus atau konsentrasi mendengarkan materi belajar.
Cobalah membuat pembelajaran lebih menarik agar fokus mereka teralihkan untuk
tetap belajar.
5.
Pengajaran yang Kreatif
Kalau guru hanya menjelaskan dan siswa mendengarkan saja,
pelajaran akan terasa kurang menarik. Siswa akan menjadi jenuh dan kurang
memerhatikan pelajaran. Guru bisa membuat pelajaran lebih inovatif seperti
dengan memanfaatkan teknologi.
Pakai media pembelajaran yang menarik, seperti dengan
video tutorial, menonton film sains, atau memberi tugas secara online. Guru
bisa melatih diri dengan mengikuti seminar-seminar atau workshop serta
bertukar pikiran dan pengalaman dengan sesama guru supaya dapat lebih banyak
ilmu.
6.
Kurang Interaksi Dalam Pelajaran
Guru yang galak, cenderung kaku, dan kurang bersahabat
dengan siswa akan membuat hubungannya terasa berjarak. Akan terjadi kebingungan
pada siswa sehingga siswa menjadi pasif, malu, dan takut untuk bertanya kepada
guru.
Solusinya adalah guru harus bersikap hangat dan lebih
sering berinteraksi dengan siswa. Hal ini akan membuat siswa tidak takut dan
lebih nyaman bertanya dan meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Anda juga
harus mampu mengenali berbagai karakter siswa supaya bisa memberikan solusi
atas permasalahan siswa.
7.
Sering Merasa Paling Benar
Banyak guru yang terkadang suka merasa paling benar dan
paling pintar saat mengajar. Apakah Anda termasuk ke dalamnya? Sebagai guru
harusnya jangan merasa seperti itu dan harus bisa mendengarkan murid juga.
Apabila siswa Anda belum benar dalam pembelajaran, jangan marah karena itulah
proses belajar.
Siswa zaman sekarang sudah memiliki akses yang luas
dan up to date dalam mendapat informasi dan pelajaran. Sebagai
guru juga harus ikut meng-upgrade diri terus menerus supaya tidak
ketinggalan zaman dan tetap melek teknologi.
Kalau guru tidak tahu jawaban dari pertanyaan siswa, maka
akui saja dan berjanji untuk mencari tahu lagi. Dengan ini guru sedang
menunjukkan dirinya yang rendah hati dan mau belajar.
8.
Daya Serap Siswa
Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam
memahami dan menguasai pelajaran. Karena itu guru tidak bisa memaksakan siswa
untuk langsung paham. Guru harus memberi motivasi dan inspirasi kepada siswa
untuk belajar dan memberi waktu untuk lebih memahami.
Agar Semangat Belajar, Begini 10 Cara
Guru Memotivasi Belajar Siswa!
9. Kurang Menjadi Contoh
Guru di sekolah adalah panutan dan orangtua kedua bagi
siswa. Siswa adalah peniru yang handal. Untuk guru jangan melakukan tindakan
kurang tepat di depan siswa.
Jangan mengatakan kata kasar/kotor, menghina siswa,
sering terlambat masuk kelas, dan lain-lain. Ini nantinya bisa menyulitkan
dalam mengajar di dalam kelas. Sebisa mungkin Anda mengatakan hal-hal baik
meskipun sedang marah atau kesal dengan siswa tertentu.
10.
Siswa Kurang Disiplin
Disiplin adalah salah satu sikap penting yang harus
dimiliki oleh setiap orang. Pasalnya, disiplin juga menjadi faktor penentu
keberhasilan pembelajaran. Baik guru ataupun siswa harus disiplin terhadap
waktu, terhadap tugas yang diberikan, terhadap kegiatan belajar, dan lainnya.
Mengajar di kelas yang siswanya disiplin dengan baik
pasti akan terasa lebih mudah dibandingkan siswa yang tidak disiplin. Memiliki
siswa yang kurang disiplin adalah tantangan tersendiri bagi guru. Anda harus
bisa mengubah perilaku mereka lebih baik.